Ibra Azhari. (Foto: Koran SI)
JAKARTA - Ibra Azhari akhirnya diserahkan oleh penyidik Polres Jakarta Barat (Jakbar) ke Kejaksaan. Saat tiba di Kejari Jakbar, Ibra naik pitam.
Adik Ayu Azhari ini tiba di Kejari Jakbar sekira pukul 15.00 WIB, dengan mengenakan baju biru dan celana pendek motif kotak-kotak. Ibra datang didampingi kuasa hukumnya, Secarpiandy SH, dan dua orang penyidik.
"Saya dipaksa, dijebak oleh polisi. Ya, darimana datangnya barang gitu coba. Tanya polisi," ketus Ibra dengan nada emosi, saat ditemui di Kejari Jakbar, Kamis (11/11/2010).
Dia menuding polisi sengaja mengumpan dirinya yang memang pemakai narkoba, untuk dijadikan nilai tambah prestasi mereka.
"Cuma karena saya seorang pesakitan, saya seorang pemakai, dijadikanlah saya sebagai ajang naik pangkat untuk mereka (polisi)," tudingnya.
Saat dipindah ke Kejari, Ibra mengaku sedang buang-buang air. "Saya lagi sakit ini. Sudah dua hari buang-buang air," tandasnya.
Ibra Azhari ditangkap Satuan Narkoba Polres Jakarta Barat di SPBU Jalan Sun Set Seminyak, Denpasar, Bali, bersama seorang wanita berumur 39 tahun, berinisial MA.
Proses penangkapan berawal dari temuan Polres Jakbar di sebuah perusahaan paket di kawasan Jakarta Barat, Senin, 23 Agustus, pukul 14.00 WIB. Ada salah satu paket yang mencurigakan dialamatkan kepada Luthfie Amir, di Jalan Bali Deli, Gedung Nusa Timur No 1-2, Seminyak, Bali.
Setelah anggota Polres Jakbar disaksikan oleh saksi membuka bungkus paket tersebut, ternyata di dalamnya terdapat satu paket narkoba jenis sabu dengan berat brutto 5 gram. Selanjutnya, barang tersebut dibawa polisi ke Bali menuju perusahaan pengiriman barang tersebut di Denpasar.
Paket tersebut diambil oleh tersangka MA dan IH sehingga dilakukan penangkapan dan dibawa ke Jakarta guna dilakukan pemeriksaan. Ibra diketahui memesan sabu via telepon.(nov)
Adik Ayu Azhari ini tiba di Kejari Jakbar sekira pukul 15.00 WIB, dengan mengenakan baju biru dan celana pendek motif kotak-kotak. Ibra datang didampingi kuasa hukumnya, Secarpiandy SH, dan dua orang penyidik.
"Saya dipaksa, dijebak oleh polisi. Ya, darimana datangnya barang gitu coba. Tanya polisi," ketus Ibra dengan nada emosi, saat ditemui di Kejari Jakbar, Kamis (11/11/2010).
Dia menuding polisi sengaja mengumpan dirinya yang memang pemakai narkoba, untuk dijadikan nilai tambah prestasi mereka.
"Cuma karena saya seorang pesakitan, saya seorang pemakai, dijadikanlah saya sebagai ajang naik pangkat untuk mereka (polisi)," tudingnya.
Saat dipindah ke Kejari, Ibra mengaku sedang buang-buang air. "Saya lagi sakit ini. Sudah dua hari buang-buang air," tandasnya.
Ibra Azhari ditangkap Satuan Narkoba Polres Jakarta Barat di SPBU Jalan Sun Set Seminyak, Denpasar, Bali, bersama seorang wanita berumur 39 tahun, berinisial MA.
Proses penangkapan berawal dari temuan Polres Jakbar di sebuah perusahaan paket di kawasan Jakarta Barat, Senin, 23 Agustus, pukul 14.00 WIB. Ada salah satu paket yang mencurigakan dialamatkan kepada Luthfie Amir, di Jalan Bali Deli, Gedung Nusa Timur No 1-2, Seminyak, Bali.
Setelah anggota Polres Jakbar disaksikan oleh saksi membuka bungkus paket tersebut, ternyata di dalamnya terdapat satu paket narkoba jenis sabu dengan berat brutto 5 gram. Selanjutnya, barang tersebut dibawa polisi ke Bali menuju perusahaan pengiriman barang tersebut di Denpasar.
Paket tersebut diambil oleh tersangka MA dan IH sehingga dilakukan penangkapan dan dibawa ke Jakarta guna dilakukan pemeriksaan. Ibra diketahui memesan sabu via telepon.(nov)
Dipindah ke Kejari, Ibra Azhari Naik Pitam
4/
5
Oleh
Rakhma Win Dian