Rutan Buat Andi Soraya Melek Terhadap Nasib Anak
Sabtu, 25 Desember 2010 - 09:07 wib
Mahfiroh - Okezone
Andi Soraya. (Foto: Tomi Tresnady/okezone)
JAKARTA - Rumah tahanan membuat Andi Soraya belajar banyak hal, termasuk nasib anak-anak yang harus berjuang mencari kehidupannya di saat orangtua sedang menjalani masa tahanan.
“Teman-teman di Rutan banyak yang berbohong kepada anaknya, bilang lagi di luar negeri jadi TKW, itu mereka lakukan untuk anak. Padahal, hukuman yang harus dijalankan sampai tujuh dan bahkan sepuluh tahun. Itu mengiris hati saya,” papar Andi ditemui di Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jakarta, Senin (20/12/2010).
Dia mengatakan apapun yang tejadi dengan orangtua, bukan karena masalah anak. Anak-anak berhak bebas dari tekanan kehidupan.
“Hal itu yang sering dilampiaskan ke anak. Semua orang tua bisa belajar, jangan dilampiasin, karena stres, atau marah. Karena dia lagi ada masalah sendiri,” katanya.
Artis yang akrab disapa Aya ini jujur mengatakan, anak adalah harta yang paling penting dalam hidupnya. “Saya jujur saya cinta anak saya. saya jujur, saya tidak sempurna, saya cinta sama anak saya, dan saya akan jaga sampai kapanpun,” imbuhnya.
Andi mengatakan, mengikuti kegiatan sosial seperti ini bukan karena ingin cari simpati. Dia bahkan berusaha menahan diri agar tidak menangis melihat penderitaan anak-anak.
“Saya ingin dilihat sebagai ibu, bukan sebagai artis. Karena sehat itu mahal harganya,” imbuhnya.
Diakui aktris Pengakuan Sang Pelacur ini, pengalaman selama dibui di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, membuatnya melek. Dia bisa melihat lebih jelas bagaimana sisi lain kehidupan para warga binaan.
“Dulu anak saya juga sering terluka, tapi saya kenapa diam saja? saya bukan orang yang super kaya untuk membantu orang,” imbuhnya.
Aya menambahkan selama menjadi warga binaan, sempat terpikir untuk bekerja menjadi pekerja sosial. “Saya memang enggak mau dibayar. Mungkin nanti mereka enggak mampu untuk membayar saya,” pungkasnya.(nov)
JAKARTA - Rumah tahanan membuat Andi Soraya belajar banyak hal, termasuk nasib anak-anak yang harus berjuang mencari kehidupannya di saat orangtua sedang menjalani masa tahanan.
“Teman-teman di Rutan banyak yang berbohong kepada anaknya, bilang lagi di luar negeri jadi TKW, itu mereka lakukan untuk anak. Padahal, hukuman yang harus dijalankan sampai tujuh dan bahkan sepuluh tahun. Itu mengiris hati saya,” papar Andi ditemui di Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jakarta, Senin (20/12/2010).
Dia mengatakan apapun yang tejadi dengan orangtua, bukan karena masalah anak. Anak-anak berhak bebas dari tekanan kehidupan.
“Hal itu yang sering dilampiaskan ke anak. Semua orang tua bisa belajar, jangan dilampiasin, karena stres, atau marah. Karena dia lagi ada masalah sendiri,” katanya.
Artis yang akrab disapa Aya ini jujur mengatakan, anak adalah harta yang paling penting dalam hidupnya. “Saya jujur saya cinta anak saya. saya jujur, saya tidak sempurna, saya cinta sama anak saya, dan saya akan jaga sampai kapanpun,” imbuhnya.
Andi mengatakan, mengikuti kegiatan sosial seperti ini bukan karena ingin cari simpati. Dia bahkan berusaha menahan diri agar tidak menangis melihat penderitaan anak-anak.
“Saya ingin dilihat sebagai ibu, bukan sebagai artis. Karena sehat itu mahal harganya,” imbuhnya.
Diakui aktris Pengakuan Sang Pelacur ini, pengalaman selama dibui di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, membuatnya melek. Dia bisa melihat lebih jelas bagaimana sisi lain kehidupan para warga binaan.
“Dulu anak saya juga sering terluka, tapi saya kenapa diam saja? saya bukan orang yang super kaya untuk membantu orang,” imbuhnya.
Aya menambahkan selama menjadi warga binaan, sempat terpikir untuk bekerja menjadi pekerja sosial. “Saya memang enggak mau dibayar. Mungkin nanti mereka enggak mampu untuk membayar saya,” pungkasnya.(nov)
Sukses dengan Modal Kecil Mau..??
Rutan Buat Andi Soraya Melek Terhadap Nasib Anak
4/
5
Oleh
Rakhma Win Dian