Tompi, Siang Operasi Pasien, Malam Nyanyi
Sabtu, 18 Desember 2010 - 11:02 wib
Mahfiroh - Okezone
Tompi (Foto:Elang Riki Yanuar/okezone)
JAKARTA - Sebagai seorang dokter, penyanyi Tompi mesti pandai membagi waktu antara praktek dan manggung. Dia membagi waktunya, siang untuk praktek dan malam menyanyi.
"Saya tetap praktek dokter dan alhamdulillah setiap hari ada operasi. Malamnya baru saya menyanyi. Soalnya, saya kuliah (kedokteran) lama," tutur Tompi, belum lama ini.
Pemilik nama lengkap Teuku Adifitrian ini menuturkan, terdapat perbedaan mendasar antara profesi dokter dengan penyanyi. Apa saja?
"Perbedaan lebih ke treatment. Kalau di dokter, saya berhubungan dengan nyawa orang. Ada outcame berupa pasien sembuh atau tidak, meskipun itu ada di tangan tuhan. Berhubungan dengan nyawa dan keselamatan, umur. Kalau bernyanyi kan lebih menyenangkan saja. Enggak ada faktor risiko," bebernya.
Penyanyi yang sedang sibuk promo album 'Paris Jakarta Express' itu memetik manfaat dari profesi ganda yang dilakoninya.
"Dengan orang mengenal saya sebagai penyanyi, itu mempermudah komunikasi. Jadi pasien lebih terbuka. Lebih mau cerita," katanya.
Pria yang gemar mengenakan topi ini nyaris tak menemui kendala dalam membagi waktu maupun saat tampil di panggung. Meski sibuk sebagai dokter, penampilannya di panggung tetap optimal.
"Alhamdulillah, saya punya tim band yang slalu siap terjun langsung di panggung dan bunyinya enak didengar. Saya jadi bisa mengandalkan mereka. Kita sudah punya 'bahasa'. Yang lama itu membentuk 'bahasanya'. Jadi, waktu yang diperlukan buat latihan bisa kita by pass. Kita bisa langsung ketemu di panggung dan bunyinya seolah-olah kita sudah latihan lama," paparnya.(ang)
JAKARTA - Sebagai seorang dokter, penyanyi Tompi mesti pandai membagi waktu antara praktek dan manggung. Dia membagi waktunya, siang untuk praktek dan malam menyanyi.
"Saya tetap praktek dokter dan alhamdulillah setiap hari ada operasi. Malamnya baru saya menyanyi. Soalnya, saya kuliah (kedokteran) lama," tutur Tompi, belum lama ini.
Pemilik nama lengkap Teuku Adifitrian ini menuturkan, terdapat perbedaan mendasar antara profesi dokter dengan penyanyi. Apa saja?
"Perbedaan lebih ke treatment. Kalau di dokter, saya berhubungan dengan nyawa orang. Ada outcame berupa pasien sembuh atau tidak, meskipun itu ada di tangan tuhan. Berhubungan dengan nyawa dan keselamatan, umur. Kalau bernyanyi kan lebih menyenangkan saja. Enggak ada faktor risiko," bebernya.
Penyanyi yang sedang sibuk promo album 'Paris Jakarta Express' itu memetik manfaat dari profesi ganda yang dilakoninya.
"Dengan orang mengenal saya sebagai penyanyi, itu mempermudah komunikasi. Jadi pasien lebih terbuka. Lebih mau cerita," katanya.
Pria yang gemar mengenakan topi ini nyaris tak menemui kendala dalam membagi waktu maupun saat tampil di panggung. Meski sibuk sebagai dokter, penampilannya di panggung tetap optimal.
"Alhamdulillah, saya punya tim band yang slalu siap terjun langsung di panggung dan bunyinya enak didengar. Saya jadi bisa mengandalkan mereka. Kita sudah punya 'bahasa'. Yang lama itu membentuk 'bahasanya'. Jadi, waktu yang diperlukan buat latihan bisa kita by pass. Kita bisa langsung ketemu di panggung dan bunyinya seolah-olah kita sudah latihan lama," paparnya.(ang)
Sukses dengan Modal Kecil Mau..??
Tompi, Siang Operasi Pasien, Malam Nyanyi
4/
5
Oleh
Rakhma Win Dian